Syam memenangkan hadiah pertama dalam sebuah lomba debat. Seneng dong tentunya.. Dia tambah seneng dan bahagia ketika temen-temennya memberikan ucapan atas prestasi yang dia peroleh. Sampai di rumah, Syam menceritakan dan berbagi berita bahagia tersebut dengan semua anggota keluarga. Tapi ternyata, keesokan harinya, ada 1 peristiwa yang bikin Syam kaget. Salah seorang sahabat Syam cerita pada Syam bahwa ada beberapa orang yang beranggapan kalo Syam tidak layak memenangkan hadiah tersebut!!! Bahkan orang-orang tersebut beranggapan, prestasi yang diperoleh Syam, lebih disebabkan karena faktor keberuntungan. Mendengar kabar tersebut, kebahagiaan Syam langsung hilang. Syam marah tapi dia berusaha untuk tetap tenang. Sedih??? Itu udah pasti. Alasan merasakan hal tersebut, jelas sekali karena kritik yang di lontarkan teman-teman kampusnya.
Temen-temen..
Kritik memang akan menikam harga diri kita. Dan secara alamiah, kita akan tergoda untuk melakukan balas dendam. Kalo kita adalah orang yang terlalu sensitif dan lugu, mungkin reaksi kita akan lebih keras. Balas dendam mungkin akan memberikan kesenangan atau bahkan kepuasan tersendiri. Tapi itu hanya sesaat..karena pada akhirnya kita akan tetap merasakan kesengsaraan. Dengan melakukan pembalasan, sebagian waktu kita akan hilang hanya untuk merencanakan sebuah balas dendam. Efeknya, kita hanya akan memiliki sedikit waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Lepas dari hal-hal tersebut temen2, pola pikir negatif akan meracuni seluruh pikiran kita.
Temen-temen,
Ada baiknya, kita tidak perlu memperdulikan kritik yang kita terima, jika kita menyikapi kritik tersebut secara negatif. Buat apa?? menyikapi sebuah kritik dengan cara negatif, justru akan menghambat kemajuan diri kita. Jangan sampai dech ”kritik” menghalangi jalan kita menuju sukses.
Temen-temen,
Jika kita bersedia untuk memperhatian pernyataan orang lain tentang diri kita, dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyadari kemampuan kita, maka sangat memungkinkan kita akan menemukan beberapa kelemahan yang ingin kita perbaiki. Dengan begitu, kita bisa sesegera mungkin memperbaiki kelemahan kita, prestasi kita akan mencapai sebuah titik batu dan tindakan yang kita lakukan akan menerima pujian dari banyak orang.
Temen-temen... last but not least..
Ketika kita mendapat sebuah kritik, ada baiknya jangan langsung terjebak dalam emosi atau kemarahan. Akan lebih baik jika kita pikirkan dengan sungguh-sungguh, bahwa kita mampu melakukan sesuatu untuk menghilangkan penyebab munculnya kritik yang mengganggu kita. Memang tidak mudah membangun kebiasaan pengendalian diri seperti itu. Akan tetapi, ”SESEORANG YANG LAYAK MENDAPATKAN HAKNYA, TIDAK AKAN PERNAH TAKUT UNTUK BERUSAHA MENDAPATKAN HAK TERSEBUT”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar